Skip to content

Learning Curve

December 18, 2011

hidup memang misteri, dan memang rencana itu di tangan Tuhan … ingin banget keluar kota tapi sayang keuangan lagi nda bagus so cuti seminggu hanya sekitaran Jakarta ,and guess what, blessing in disguise happen. Berkah itu adalah tanpa dinyana, ada tawaran kerja sebagai copywriter, dari bekas teman sekantor yang sekarang berjibaku di kantor itu tersebut, dan tanpa babibu, langsung ane ambil karena merasa itu kesempatan bagus. The Interview went well, i got nothing to lose although is full of English interview, and my word, i dunno, when is the last time i spoke with english in long convo like that. next thing, 2 days ago i’ve got called from the woman whom interviewed me, ask me little things and boom, there you go, i got a chance building life in new career, as a full time copywriter. belum resmi pindah, but yes, already 75% chances, i’m going out from Jatis, sure is not an easy decision but i’ve gotta do something with my own life, and this is really a turning point, i guess. So, perhaps next year is really busy for me then … Que sera sera, whatever will be , will be.

Bulan Desember ini memang banyak yang terjadi, United tersingkir oleh tim yang notabene tim menengah di Eropah, FC. Basel, soal ini seperti halnya kekalahan telak dari tetangga, United memang pantas kalah, karena mereka bermain sangatlah buruk, dan selama penyisihan grup pun tidak bermain baik, karena kunci lolos putaran grup serta fase gugur di Liga Champion adalah memenangkan partai home dan itu sejujurnya United bermain sangat jauh di bawah form mereka yang biasa so, terjadilah ” aib ” yang buat United haters adalah sangat sangat dinanti nanti, dan United pun bermain di kasta kedua kompetisi klub di Eropa yaitu Liga Eropa. Mungkin memang suatu rencana kalo anak-anak Muda di United harus ” belajar” bermain dengan baik dan benar dengan bermain di kasta kedua tersebut sehingga bisa melahirkan generasi hebat lainnya, dan memang sejak aib itu terjadi United perlahan tapi pasti menuju bentuk permainan standar mereka walaupun harus kehilangan dua pemain penting yaitu Kapten Vidic yang harus absen karena cedera lutut parah di partai mengenaskan itu dan Darren Fletcher yang harus beristirahat demi kesehatan karena radang usus yg dideritanya kambuh kembali, apa yg terjadi ini pun seperti ” berkah ” untuk dua pemain muda United, Evans untuk menggantikan vidic dan Jones untuk menggantikan peran Fletch di lini tengah and my lord, jones is really a gem. duo Carrick and Jones, pairing in mid area is really freshen up things, with Cleverley out injured, both of them is really playing well and what the benefit from that partnership is, they can defend well. Hope this fine form continue ….

membuat keputusan itu kadang mudah, kadang sulit, terutama dlm bbrp hal sepertinya silaturahmi, tapi memang kita ini bukan superhero yang bisa melakukan semua hal seperti mempunyai batas toleransi dimana bisa memahami apa sebenarnya ejekan itu , dan banyak orang pasti akan menyudutkan diri kita ketika kita bereaksi terhadap ejekan-ejekan yang ditujukan kepada kita, dan kita melakukan hal yg sama kepada mereka. pertanyaan dasar yang dihinggap di kepala saya adalah, apakah kita harus mempertahankan hubungan silaturahmi kepada seseorang yang terus menerus menghina apa yang merupakan kesukaan kita? pilihan kita? apakah kita tidak menghargai kebebasan berbicara untuk seseorang untuk menyatakan apa yang di pikirannya jika kita memutuskan untuk hanya sekadar ” cukup tahu ” ketika kita sudah mengganggap bahwa kita tidak bisa lagi ” memaafkannya” ? apakah kita pribadi yang lemah ketika menghadapi caci maki, hinaan, celaan , dll yang intinya bersifat berseberangan dengan apa yang kita suka, kita pilih dan kita cintai dengan jalan menjauh ? berikut ini adalah pemikiran saya yang sederhana untuk menjawab permasalahan tersebut: Manusia adalah manusia sosial, dan ketika sudah berusaha mungkin dengan segala cara mempertahankan apa yang dinamakan hubungan pertemanan dengan baik tetapi gagal, menurut saya memang sebaiknya cukup tau saja dengan orang atau pribadi tersebut karena ritme yang akan kita tanamkan kepada diri kita masing-masing tentunya berbeda, dan mungkin klise, tentunya dimana pun, dengan siapa pun, tentunya feed back positif yang kita harapkan dalam berhubungan apalagi kalo sudah memasuki ranah bernama sahabat, karena teman, kenalaan , handai taulan, rekan kerja dll apalagi sudah kita anggap sebagai sahabat tentunya adalah seperti memiliki keluarga baru dan seperti halnya keluarga, mengeluarkan kritik, hinaan, celaan ataupun berantem pun terkadang perlu tapi lagi lagi, itu ada batasnya, kalo ga ada batasnya buat apa tokh? keluarga kok berantem? soal lemah dan tidak pengertian ketika kita mundur dari suatu pertemanan or pergaulan karena ritme nya jauh berbeda, adalah hak pribadi, tidak perlu semuanya kita mundur tapi paling tidak kalo sudah jelas selalu akan memberikan kita sesuatu yg bersifat tidak baik ke kita dan itu berlangsung terus-terusan, mungkin perlu dipikirkan ulang, apakah memang itu hubungan silaturahim yang kita inginkan? karena bagi saya pribadi, jelas saya akan mencari sesuatu itu bersifat positif, dan kalo terus2an berhadapan dengan hal negatif, is it gonna be a benefit for us? i dont think so. yaps, manusia memang mempunyai kebebasan berbicara, bebas mengeluarkan isi hati , cercaan , pujian, hinaan , rasa hormat dll dalam berbagai media baik untuk pribadi lain maupun khalayak umum but for me, as cliche as its sound, manusia tetap butuh daerah abu2, untuk melihat bahwa adalah hal yang tidak kita seberangi dengan seenak jidatnya, even when u have the power, dan seperti halnya manusia-manusia yang mempunyai kekuasaan luas, sepertinya tidak ada yang bisa bertahan dengan baik dalam waktu jangka waktu yang lama, dan yang terpenting adalah, walaupun mungkin ada perbedaan ” derajat” dalam kehidupan nyata tapi pada dasarnya adalah kita sesama manusia so lebih baik, be careful for your freedom because when it back fired sometimes it only made u feels empty. So, if they have the right to mocking you, you should have the right to pick which side for you to stand. mungkin saya lemah, sensitif atau apapun itu, but honestly, im sick and tired, for all this mocking shite, whatever the reason is, im gettin old, many things for me more important than this, and have my own perimeter for all this shite, be good to me, i will be good to you, bad for me its up to your arse but dont get me wrong , kalo saya hanya cukup tau saja tentang anda, so sorry God, i’ve to pulled this out, i’ve enough for that cunt, im just human being.mungkin pilihan yang salah , atau benar, dunno, cuma pengen hidup damai dan mulai menjauh dari hal-hal ga penting, dan ke depannya mungkin sepakbola hanya sebagai hobi, kesukaan , ga perlu lagi menimpali apapun itu. So fuck you , for me you just lower than shite …

Get Well Soon Fletch … Vida …

off

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.