Skip to content

A Bitter Lost

November 22, 2011

Kalah dalam sebuah pertandingan terutama dalam menghadapi rival utama dan di kandang sendiri memang selalu menyakitkan, masih ingat dalam ingatan ketika my beloved club, Manchester United, diluluh lantakkan oleh tim sekota Manchester City dengan skor telak 1-6, seperti dunia runtuh, tapi ini sangat menyakitkan, leave a big scar in my heart and my soul. Timnas U23 Indonesia yang bermain gemilang sejak babak penyisihan kembali menelan pil pahit di partai pamungkas, dikalahkan musuh bebuyutan 4-2 dalam drama adu penalti yang sangat menegangkan.

Ekpresi Gunawan setelah gagal mengeksekusi penalti

Didukung 80 ribu orang supporter didalam dan puluhan ribu di luar stadium, Gelora Bung Karno seperti lautan merah putih dan ini lah hebatnya sepakbola yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia apapun identitasnya. dan diawal pertandingan anak-anak muda ini mampu memberikan para supporter tersenyum lebar setelah mampu unggul melalui gol Gunawan Dwi Cahyo melalui sundulan meneruskan hasil umpan tendangan sudut di menit ke 2.

Namun melalui proses gol yang aneh, Malaysia bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah itu partai berjalan ketat karena masing-masing tim bermain ngotot dan bergantian menyerang sehingga walaupun sudah melalui 2x perpanjangan waktu hasil skor ttp 1-1

Drama Adu Penalti

Indonesia 1 – Malaysia 0. Titus Bonai yang menjadi eksekutor pertama Indonesia berhasil ditebak arahnya oleh Khairul Fahmi tapi bola tetap masuk.

Indonesia 1 – Malaysia 1. Mahari Jesuli yang merupakan bek kanan Malaysia berhasil menyamakan kedudukan usai mengecoh Kurnia Mega.

Indonesia 1 – Malaysia 1. Gunawan Dwi Cahyo yang ditugaskan menjadi algojo kedua gagal menjalankan tugasnya setelah sepakannya hanya menerpa tiang gawang Malaysia.

Indonesia 1 – Malaysia 2. Malaysia berhasil unggul usai pemain pengganti Othman Fandi kembali mengecoh Kurnia Mega.

Indonesia 2 – Malaysia 2. Indonesia berhasil menyamakan kedudukan usai kapten Egi Melgiansyah menendang bola ke kanan gawang Malaysia sementara Khairul Fahmi bergerak ke kiri.

Indonesia 2 – Malaysia 2. Kurnia Mega tampil gemilang untuk menggagalkan eksekusi striker Malaysia, Ahmad Fakri. Keputusannya bergerak ke arah kanan sangat tepat.

Indonesia 3 – Malaysia 2. Abdul Rahman berhasil mengeksekusi penalti dengan baik usai tendangannya ke arah kanan berhasil mengecoh kiper Malaysia yang bergerak ke kiri.

Indonesia 3 – Malaysia 3. Bek Malaysia, Mohammad Fadhli berhasil membuat Malaysia kembali menyamakan kedudukan usai tendangan kaki kirinya yang sebenarnya berhasil ditebak Kurnia Mega mampu melesak masuk.

Indonesia 3 – Malaysia 3. Indonesia gagal mengambil alih keunggulan. Ferdinand Sinaga gagal menjalankan usai tendangan lemahnya ke tengah gawang berhasil dimentahkan Khairul Fahmi.

Indonesia 3 – Malaysia 4. Malaysia akhirnya memastikan gelar juara usai tendangan kaptennya, Bakhtiar Baddrol sukses menjebol gawang Kurnia Mega. Bola sebenarnya bisa ditahan kaki Kurnia Mega tapi karena kerasnya tendangan Bakhtiar Baddrol, bola tetap bergulir masuk ke gawang Indonesia. Malaysia pun sukses meraih medali emas SEA Games 2011 sekaligus mempertahankan gelar emas sepakbolanya dua tahun lalu.

Susunan Pemain:

Indonesia (4-2-3-1): 1-Kurnia Mega; 15-Hasim Kipow, 28-Abdul Rahman, 13-Gunawan Dwi Cahyo, 24-Diego Michaels; 8-Egi Melgiansyah (C), 6-Mahardiga Lasut; 21-Andik Virmansyah (Ferdinand Sinaga 65’), 27-Patrich Wanggai (11-Ramdani Lestaluhu 75’), 10-Oktovianus Maniani; 25-Titus Bonai.

Malaysia (4-4-2): 1-Che Mat Khairul Fahmi; 2-Jasuli Mahali, 24-Ahmad Mohamad Muslim, 4-Mohd Shas Mohamad Fadhli, 3-Mohd Azmi Mohd; 11-G. Kandasamy Gurusamy, 9-Ambumamee Thamil Arasu, 10-Bakhtiar Badrol (C), 6-Omar Mohd Asraruddin Zubir; 7-Fazail Mohd Irfan, 13-Saarani Ahmad Fakri.

Tertunduk Lesu

kalah , berapa skor nya atau pun keadaannya, tetap lah kalah karena hasil akhir yang paling utama dalam sebuah kompetisi, tidak perlu lagi menggunakan alasan apapun untuk mengkambing hitamkan kekalahan ke pihak lain. sulit memang untuk menerima kekalahan, sesak di dalam dada terutama karena kalah dr rival di rumah sendiri tapi harus legowo karena selalu ada kesempatan berikutnya.

Timnas U23 ini sudah mempunyai fondasi yang bagus, anak2 muda yang mempunyai talenta besar , namun memang ada bbrp hal diperbaiki seperti mental bertanding, terlihat ketika sedang mengambil penalty dan faktor emosi yang masih sedikit besar ketika bertanding, taktik  juga terlihat seperti banyak memakai long ball akan lebih baik dikombinasikan dengan passing pendek, so dengan arahan manajemen yang tepat dan kondusif tim ini mempunyai masa depan yang cerah, terlebih dengan adanya para pemuda yang bertualang di luar negeri seperti syamsir alam , arthur irawan, zainal haq, and many more.

so, ini kekalahan yang pahit karena adik-adik Timnas U23 bermain sangat baik selama turnamen tapi inilah ujian yang sangat berat baik sebagai manusia maupun atlit, ujian bagi para supporter karena prestasi yang sudah lama dinantikan, tidak datang jua dan kepada para pemain, ujian bahwa mentalitas itu mungkin segalanya dalam pertarungan seperti semalam jadi dalam kondisi apapun sudah siap.

Maju Terus Timnas Indonesia, selamanya dihatiku

Wassalam

Vai

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.